Film ini belum terlalu lama rilis
karena baru sekitar tahun 2014 lalu. Film ini merupakan sekuel dari film yang
pertama. Cerita dalam film ini mengisahkan tentang dua pasangan suami istri
Rangga dan Hanum yang tinggal di kota Vienna Austria. Rangga yang diperankan
oleh Abimana di kota ini dia menyelesaikan pendidikan S3 nya dan ditemani oleh
istrinya Hanum yang diperankan oleh Acha septriasa yang sambil bekerja sebagai seorang
reporter di sana.
Kehidupan mereka berdua tidak berjalan mudah begitu saja. Sebagai seorang muslim yang minoritas yang tinggal di negara mayoritas non muslim. Mereka harus bisa mempertahankan keyakinan mereka sebagai seorang muslim yang taat. Tidak jarang banyak budaya-budaya non muslim yang berbenturan dengan akidah mereka. Sehingga terkadang tidak jarang hal tersebut menimbulkan perpecahan dan konflik di antara mereka berdua.
Di kota ini mereka tidak hanya berdua saja. Ada beberapa teman seperjuangan yang juga sedang menyelesaikan kuliahnya di sana. Terdapat keberagaman agama di antara teman-teman mereka. Hingga tidak jarang pula terdapat konflik di antara teman-temannya yang menimbulkan perepecahan di antara mereka. Untuk permasalahan agama memang terkadang adalah suatu hal yang sangat sensitif. Mereka saling berdiskusi dan berdebat satu sama lain dalam urusan agama. Dan tak jarang selalu berakhir dengan pertikaian. Akan tetapi pada akhirnya mereka sadar dan hubungan mereka kembali membaik.
Banyak nilai-nilai moral, sejarah dan pendidikan islam yang dapat di ambil dalam film ini. Rangga yang mampu mempertahankan kesetiannya kepada istrinya walaupun selalu digoda dan diganggu yang tak lain adalah teman kuliahnya sendiri. Dia tetap bisa bertahan dan teguh mempertahankan batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Akan tetapi walaupun sudah seperti itu masih juga timbul kesalahpahaman di antara mereka yang akhirnya menimbulkan konflik. Walaupun demikian akhirnya mereka berdua dapat saling pengertian dan saling memahami satu sama lain.
Dalam film ini juga mengajarkan tentang makna jihad yang sesungguhnya. Jihad tidak harus selalu berkaitan dengan kekerasan. Pada jaman era modern dan perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini. Jihad bisa dilakukan dengan akal pikiran. Sumbangsih ilmu pengetahuan demi kemajuan dan perkembangan islam bisa jadi lebih dibutuhkan ketimbang aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan jihad. Karena kekerasan di dalam ajaran islam juga sangat di benci. Kecuali hanya terpaksa untuk membela atau melindungi diri. Islam merupakan ajaran yang penuh dengan cinta dan kasih sayang dan lebih mengutamakan perdamaian.
Kehidupan mereka berdua tidak berjalan mudah begitu saja. Sebagai seorang muslim yang minoritas yang tinggal di negara mayoritas non muslim. Mereka harus bisa mempertahankan keyakinan mereka sebagai seorang muslim yang taat. Tidak jarang banyak budaya-budaya non muslim yang berbenturan dengan akidah mereka. Sehingga terkadang tidak jarang hal tersebut menimbulkan perpecahan dan konflik di antara mereka berdua.
Di kota ini mereka tidak hanya berdua saja. Ada beberapa teman seperjuangan yang juga sedang menyelesaikan kuliahnya di sana. Terdapat keberagaman agama di antara teman-teman mereka. Hingga tidak jarang pula terdapat konflik di antara teman-temannya yang menimbulkan perepecahan di antara mereka. Untuk permasalahan agama memang terkadang adalah suatu hal yang sangat sensitif. Mereka saling berdiskusi dan berdebat satu sama lain dalam urusan agama. Dan tak jarang selalu berakhir dengan pertikaian. Akan tetapi pada akhirnya mereka sadar dan hubungan mereka kembali membaik.
Banyak nilai-nilai moral, sejarah dan pendidikan islam yang dapat di ambil dalam film ini. Rangga yang mampu mempertahankan kesetiannya kepada istrinya walaupun selalu digoda dan diganggu yang tak lain adalah teman kuliahnya sendiri. Dia tetap bisa bertahan dan teguh mempertahankan batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar. Akan tetapi walaupun sudah seperti itu masih juga timbul kesalahpahaman di antara mereka yang akhirnya menimbulkan konflik. Walaupun demikian akhirnya mereka berdua dapat saling pengertian dan saling memahami satu sama lain.
Dalam film ini juga mengajarkan tentang makna jihad yang sesungguhnya. Jihad tidak harus selalu berkaitan dengan kekerasan. Pada jaman era modern dan perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini. Jihad bisa dilakukan dengan akal pikiran. Sumbangsih ilmu pengetahuan demi kemajuan dan perkembangan islam bisa jadi lebih dibutuhkan ketimbang aksi-aksi kekerasan yang mengatasnamakan jihad. Karena kekerasan di dalam ajaran islam juga sangat di benci. Kecuali hanya terpaksa untuk membela atau melindungi diri. Islam merupakan ajaran yang penuh dengan cinta dan kasih sayang dan lebih mengutamakan perdamaian.








0 komentar:
Posting Komentar